Langsung ke konten utama

Jika Pun

Ada kalanya kau mendengarkan mereka yang sedang bercerita. Ada kalanya kau membantunya memberikan saran atau masukan selain kritik ketika memang membutuhkan —jika dirasa tidak, mungkin mereka butuh didengarkan. Jangan sampai kau malah adu nasib, apalagi mengubah cerita itu menjadi ceritamu. Sebab itu tidak disarankan. 

Jika pun, kau ingin juga bercerita. Carilah waktu yang tepat disaat obrolan yang sedang berlangsung. Kalau, ternyata ketika kau bercerita dan kerap kali yang kau ajak cerita dengan lekas dia yang ingin bercerita —terjadinya pengalihan cerita, ke ceritanya— maka yang perlu kau lakukan adalah diam dan segera carilah teman untuk bertukar cerita dan tahu di mana waktunya dia jadi pendengar, kau yang bercerita; dan; dia yang bercerita  kau yang jadi pendengar.

Apakah menghindar, dari teman yang tak bisa diajak gantian menjadi pendengar dan pencerita? Tentu tidak perlu. Dan kau harus mengerti, bahwa temanmu yang begitu adalah dia pencerita, kurang bisa menjadi pendengar yang baik. Barangkali, dia butuh kau. Pun, kalau kau berada di momen yang tak tepat saat menjadi pendengarnya, maka beristirahatlah menjadi pendengar. Kau berhak untuk itu. Sebab kau butuh istirahat, butuh refresh sebelum kembali menjadi pendengar yang baik.

Menjadi pendengar bagi pencerita adalah, hal yang terunik. Menjadi pembicara di depan orang yang dipilih sebagai pendengar, merupakan usaha dan langkah yang tepat.

- Drew Andre A. Martin -




Komentar

Postingan populer dari blog ini

AB-00010. Semesta Ingatan Trauma dan Imaji Kebebasan

Semesta Ingatan Trauma dan Imaji Kebebasan Buku Antologi Puisi yang diselenggarakan oleh Sastra Timur Jawa dalam Temu Karya Serumpun 2025. Diikuti oleh 6 Negara Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Sertifikat Keikutsertaan Sinopsis dan Link Pemesanan Buku (Klik di Sini)

00003. Situs Joko Dolog

Situs Joko Dolog, terletak di Surabaya Jawa Timur. Di situs ini terdapat beberapa arca dan arca utama, yakni arca sebagai perwujudan dari raja terakhir kerajaan Singhasari, sebagai Budha Mahaksobhya. Nama raja tersebut, Kertanegara yang bergelar Abhiseka Sri Maharajadiraja Kertanegara Wikrama Dharmmottunhgadewa. Ayah dari Gayatri, mertua dari Rasen Widjaya, pendiri kerajaan Majapahit. Serta memiliki cucu yang terkenal di masa kejayaan Majapahit yang bernama, Tribhuwana Wijayatunggadewi. Juga cicit yang membawa kerajaan Majapahit menjadi negeri besar dan digdaya, Prabu Hayam Wuruk.  Ada beberapa persepsi mengenai penemuan arca ini. Pertama, informasi yang ada, arca tersebut ditemukan di Trowulan dari Desa Kandang Gajah. Kedua, mengatakan bahwa arca tersebut adalah arca dari Candi Jawi yang hilang dengan ditemukan sisa ukiran relief yang juga terdapat di sekitaran situs Joko Dolog. Pada alas arca, terdapat prasasti dengan tulisan dan bahasa Sansekerta yang dinamakan sebag...

00001. Candi Singasari dan Candi Sumberawan

Memang bukan kali pertamanya ke Singasari, Malang, Jawa Timur. Mungkin kali ketiganya, di tanggal 11 Januari 2024, merupakan kali keempatnya. Namun, sebelumnya pernah berkunjung ke Arca Dwarapala Kembar, Pemandian Ken Dedes (Petirtaan Watu Gede), dan Candi Sumberawan, tetapi tak sempat berkunjung ke Candi Singasari sebab terhalang oleh waktu setiap kali berkunjung ke Singasari Malang.  Hingga pada akhirnya, penantian yang sangat lama untuk berkunjung ke Candi Singasari terlaksana pada tanggal 11 Januari 2024. Tidak hanya bahagia saja yang ada, melainkan juga rasa yang berkecamuk yang tak keruan karena pada akhirnya akan dan segera menginjakkan kaki dan melihat Candi Singasari. Tepat di tanggal 11 Januari 2024, saya pun langsung ke stasiun pemberangkatan menuju ke stasiun tujuan. Pada jam 07.00 WIB sampailah di tujuan Stasiun Singasari. Karena jam buka candi di Google jam 08.00 WIB, saya pun menunggu di dalam stasiun sembari mencharge handphone. Jam kemudian menujukkan pukul 08.00 W...