Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Singgah

00017. Sekadar Sampaikan

Sudah lama tidak ke sini saat malam hari. Sebab biasanya siang hari. Namun, tidak selepas isya' seperti biasanya. Melainkan ke sana selepas Ashar sampai jelang Isya'.  Di hari itu, tepat di jelang Maghrib, saya berjalan ke salah satu tempat yang biasa saya datangi. Tempat yang juga biasa digunakan sebagai sembahyangan. Di tempat yang tangga kerja yang tersandar di tempat itu, terdapat dua sepuh. Tampak lalu, satu sepuh. Ujar beliau. "Tolong kamu kasih tau J. Agar tangga itu, tidak ditaruh di sini. Sebab di sini juga biasa tempat jujugan untuk persembahyangan." Imbuhnya lagi. "Lihat di sini, di sini beda sama area lain di sebelah sana, situ ..., lebih bersih. Sedangkan di sini, lihatlah sendiri!" "Nanti coba saya pindahkan," ucap saya yang tak berani menatap wajah beliau. Sembari kembali berkata dengan hati-hati, "Mungkin saat hari ini, beliau yang bekerja di sini, kelupaan. Atau memang sudah musim kemarau, daun jatuh lebih banyak di sini....

00015. PesanNya tak Selalu Langsung DariNya

Bukan lagi aroma semilir AC kereta seperti biasanya, melainkan mobil kali ini sebagai transportasi menuju kembali ke Malang. Agaknya, Malang adalah tempat singgah yang meneduhkan selain di rumah sendiri dan Surabaya. Barangkali ada tempat singgah lain nantinya entahlah, biarlah semesta yang bekerja untuk menuntun tunjukkan letak singgah lain yang buat segalanya nyaman untuk sementara dari hiruk pikuk yang sempat buat ramai di kepala. Kali ini, perjalanan kembali ke Candi Singhasari dan Candi Sumberawan. Namun, kali ini tidaklah sendirian. Melainkan bersama empat orang teman, keempatnya saling memiliki keterikatan satu sama lain—sebut saja F1, F2, F3, F4. Tentu, tujuan kami sama. Sama-sama berkunjung ke tempat leluhur, pada tujuan utamanya. Selain tujuan lain, untuk mencari sesuatu yang memang perlu untuk dicari oleh salah dua (F1 san F2) dari empat orang teman.  Pada mulanya, rencana salah satu seorang teman sebut saja F1, berencana untuk bepergian ke beberapa tempat yang terdapat ...

00012. Alun-Alun Jember

Setelahnya selesai menuntaskan menikmati Water Toren Djember, tanpa mampir ke warung kopi terdekat, lanjutlah saya ke perjalan berikutnya ke Titik Nol Jember dan Alun-Alun Jember. Karena ingin lekas kembali ke Stasiun Jember melihat awan makin gelap dan aroma tanah basah sebelum hujan turun dan bahasa angin yang berlarian lembut nan santun juga aduhai, menandakan hujan sebentar lagi turun. Perjalanan masih sama, menggunakan moda transport motor, ojek online. Tentulah sendiri ke alun-alun. Jalan sendirian, ternyata juga mengasyikkan. Bisa bebas ke mana-mana semau diri, tanpa sungkan kawan apalagi lelah melihat wajah kawan yang simpan banyak berjuta makna, karena diri yang kadang asik sendiri di suatu tempat yang dikunjungi dan segala hal yang sudah direncanakan sejak awal, sejak sebelum berada di lokasi yang dituju. Menarik juga nyatanya, Alun-Alun Jember. Terdapat empat tugu (maaf kalau penyebutan saya keliru), didesain dengan desain yang berbeda-beda. Mulanya s...

00011. Water Toren Djember

Siang menjelang sore. Cuaca juga bersahabat kala itu. Tidak terlalu panas dan mendung yang tak juga hujan. Angin pun juga berembus semilir-semilir. Hari itu, Minggu. Selesai menghadiri acara yang bermakna di Kota Jember, mampirlah saya ke situs bangunan di zaman penjajahan Belanda di negeri kita yang dahulu bernama Hindia-Belanda. Bangunan yang masih berdiri kokoh di sana, dan bangunannya cukup megah. Lumayan terawat, meskipun ada satu pemandangan yang agak menganggu, terdapat satu banner promosi yang dipaku di sana. Namun, masih bisa dinikmati keindahan pada bangunannya yang masih terjaga dan terawat. Letaknya di sekitaran pasar. Dan bahu jalan. Bangunan tersebut yakni bernama, Water Toren Djember. Tak lupa, mampir sebentar ke toko, untuk membeli dua kopi. Untuk membuat diri dan mata terjaga. Beruntungnya, dapat sedikit membantu rasa kantuk, meskipun pada akhirnya kantuk tetaplah kantuk, ia tak bisa diajak untuk terjaga pada waktu yang terlalu lama. Sewaktu memandangi bang...

00002. Candi Gayatri Boyolangu dan Candi Sangrahan

Sepagi itu, sebelum surya terbit di ufuk timur. Lalu lalang orang-orang belumlah cukup banyak di jalan utama. Stasiun pun juga tak seramai pada kelihatannya. Namun, ketika langkah kaki sampai di depan pintu masuk stasiun, tampak banyak orang-orang duduk menanti kedatangan kereta pagi, 19 April 2025. Berbagai wajah di pagi itu, tak seperti wajah-wajah di tiap siang dan malamnya. Wajah-wajah yang sumringah, siap hadapi hari itu dengan penuh yakin. Wajah sumringah dengan hati yang tak karuan, bingung apakah mampu ciptakan cerita baik di hari itu. Wajah datar dengan hati yang tak mantap dan isi kepala yang tak tahu ke mana arah tujunya, akibat mungkin baru terjaga dan terbangun dari lelah dan hiruk pikuk jalani hari kemarin yang melelahkan. Semuanya duduk dan juga berdiri dengan bawa kesiapan masing-masing pada tiap tas dan saku di bajunya, di bangku panjang dengan tenang. Ada pula yang berbisik sebab tak ingin ganggu kekhidmatan antar sesama pada pagi, menanti kereta pagi yang siap membaw...

00003. Situs Joko Dolog

Situs Joko Dolog, terletak di Surabaya Jawa Timur. Di situs ini terdapat beberapa arca dan arca utama, yakni arca sebagai perwujudan dari raja terakhir kerajaan Singhasari, sebagai Budha Mahaksobhya. Nama raja tersebut, Kertanegara yang bergelar Abhiseka Sri Maharajadiraja Kertanegara Wikrama Dharmmottunhgadewa. Ayah dari Gayatri, mertua dari Rasen Widjaya, pendiri kerajaan Majapahit. Serta memiliki cucu yang terkenal di masa kejayaan Majapahit yang bernama, Tribhuwana Wijayatunggadewi. Juga cicit yang membawa kerajaan Majapahit menjadi negeri besar dan digdaya, Prabu Hayam Wuruk.  Ada beberapa persepsi mengenai penemuan arca ini. Pertama, informasi yang ada, arca tersebut ditemukan di Trowulan dari Desa Kandang Gajah. Kedua, mengatakan bahwa arca tersebut adalah arca dari Candi Jawi yang hilang dengan ditemukan sisa ukiran relief yang juga terdapat di sekitaran situs Joko Dolog. Pada alas arca, terdapat prasasti dengan tulisan dan bahasa Sansekerta yang dinamakan sebag...

00001. Candi Singasari dan Candi Sumberawan

Memang bukan kali pertamanya ke Singasari, Malang, Jawa Timur. Mungkin kali ketiganya, di tanggal 11 Januari 2024, merupakan kali keempatnya. Namun, sebelumnya pernah berkunjung ke Arca Dwarapala Kembar, Pemandian Ken Dedes (Petirtaan Watu Gede), dan Candi Sumberawan, tetapi tak sempat berkunjung ke Candi Singasari sebab terhalang oleh waktu setiap kali berkunjung ke Singasari Malang.  Hingga pada akhirnya, penantian yang sangat lama untuk berkunjung ke Candi Singasari terlaksana pada tanggal 11 Januari 2024. Tidak hanya bahagia saja yang ada, melainkan juga rasa yang berkecamuk yang tak keruan karena pada akhirnya akan dan segera menginjakkan kaki dan melihat Candi Singasari. Tepat di tanggal 11 Januari 2024, saya pun langsung ke stasiun pemberangkatan menuju ke stasiun tujuan. Pada jam 07.00 WIB sampailah di tujuan Stasiun Singasari. Karena jam buka candi di Google jam 08.00 WIB, saya pun menunggu di dalam stasiun sembari mencharge handphone. Jam kemudian menujukkan pukul 08.00 W...