sepasang merpati hinggap di tiang listrik tepat di sore hari. diam keduanya, tak jua saling sapa seperti biasanya. tak ada kepala angguk-mengangguk. tak ada lompat kaki kecil, lompat saling mendekat atau pun lompat sebentar menjauh. terpekur keduanya di sana. tak saling pandang, apalagi bercerita tentang pagi dan jelang senja sebentar lagi. hari itu. sepasang merpati memilih diam. sebentar lalu. dengar ucap-ucapan sepasang manusia yang duduk sorong dari tempat keduanya ada. "lihatlah keduanya. katanya merpati tak pernah ingakar janji. selain itu. simbol kesucian dan kesetiaan. moga-moga kita layaknya mereka." tak lama. kedua sepasang manusia berselisih soal mana merpati yang jantan dan betina. tak lama. satu merpati terbang duluan—betina, lalu disusul satu merpati kemudian—jantan. merpati betina berucap. "manusia-manusia keraplah suka melihat apa yang sudah-sudah, terlebih hal-hal yang baik dilihatnya, kemudian diinginkannya. enggan mengerti. jangankan untuk mengerti. me...