tampak lantang tiap kata yang terlontar di bibir rekah merah muda miliknya. tajam pula sorot mata yang memandang tiap-tiap sudut ruang baca kalimat dan tanda baca. namun. soal presisi tak mampu dimilikinya. pun dengan makna dan arti tiap-tiap kata yang terangkai apik di julur lidahnya tak sesuai. pada kesesuaian makna dan arti tiap kata yang terangkai liar di hatinya.
oleh kedua bola mata cantik dengan warna hitam legam dan kelopaknya yang sayu tak menawan. lupa dengan kemolekan yang tak berias apalagi berpelindung kain saat sempat keluar di hari. senin. kamis. jumat. dan sabtu. berkacak pinggang. tertawa lebar. datangkan yakin soal tak jadi masalah di kemudian nanti ada yang mengenalinya. menurutnya. kedua bola mata dapat diubah sedemikian rupa di bagian warna pupilnya dan warna kelopaknya. dengan cara demikianlah. ia dapat berkilah tentang keluarnya ia di hari. senin. kamis. jumat. dan sabtu.
- drew andre a. martin -
Komentar
Posting Komentar