Langsung ke konten utama

00017. Sekadar Sampaikan



Sudah lama tidak ke sini saat malam hari. Sebab biasanya siang hari. Namun, tidak selepas isya' seperti biasanya. Melainkan ke sana selepas Ashar sampai jelang Isya'. 

Di hari itu, tepat di jelang Maghrib, saya berjalan ke salah satu tempat yang biasa saya datangi. Tempat yang juga biasa digunakan sebagai sembahyangan. Di tempat yang tangga kerja yang tersandar di tempat itu, terdapat dua sepuh. Tampak lalu, satu sepuh. Ujar beliau. "Tolong kamu kasih tau J. Agar tangga itu, tidak ditaruh di sini. Sebab di sini juga biasa tempat jujugan untuk persembahyangan." Imbuhnya lagi. "Lihat di sini, di sini beda sama area lain di sebelah sana, situ ..., lebih bersih. Sedangkan di sini, lihatlah sendiri!"

"Nanti coba saya pindahkan," ucap saya yang tak berani menatap wajah beliau. Sembari kembali berkata dengan hati-hati, "Mungkin saat hari ini, beliau yang bekerja di sini, kelupaan. Atau memang sudah musim kemarau, daun jatuh lebih banyak di sini." Sangat hati-hati, sebab saya tahu betul di selain tempat tersebut, cukup bersih tak banyak daun-daun yang berguguran.

Tak berselang lama, salah satunya kemudian menampakkan diri, lalu berkata. "Tidak usah, kamu yang memindahkan. Biar J yang memindahkannya, nanti. Jangan nanti kamu terlibat.

Saya pun mengangguk pelan. Sembari bertanya dalam batin. "Jangan nanti kamu terlibat?" Dan, saya pun mengikuti pesan beliau.

Setelah semuanya selesai. Lanjut kemudian saya menuju ke tempat utama yang terdapat di sana. Selesainya, saya mendatangi J, untuk menyampaikan pesan beliau. Saat semua pesan saya katakan. Ujar J. "Kalau masalah itu, coba langsung ke DKPS. Karena tidak boleh ditaruh di sembarangan tempat di sini. Jadi ditaruh di sana."

"Misalkan, ditaruh di dekat pagar sebelah sana, Pak?"

"Tidak boleh, karena tidak boleh keliatan dari depan. Jadinya ditaruh di situ." 

Saya melihat sisi lain, yang mungkin tak akan terlihat terlalu mencolok jika tangga kerja tersebut diletakkan di sana. "Kalau di situ, Pak?"

"Bingung Mas, naruhnya di mana. Atau Masnya aja langsung ke DKPS. Laporan ke sana langsung." Saran Bapak J dengan tersenyum ramah. "Karena saya tidak bisa apa-apa."

"Saya tidak mungkin ke sana. Baiknya Bapak J saja."

"Agak susah, Mas."

"Begini saja Pak, kalau tidak diperbolehkan sama DKPS. Bapak langsung ke eyangnya yang ada di sana." Saya menunjuk ke arah yang saya ceritakan. Akan tetapi bapak J masih bingung harus apa. Kembali saya katakan. "Jadi begini saja, Pak. Bapak ke sana, untuk komunikasi dengan beliau. Apakah tetap diperbolehkan di taruh di sana, atau tidak? Atau mungkin .., ada solusi lain nantinya? Karena saya hanya menyampaikan pesan "beliau" pada Bapak, karena Bapak adalah J di sini."

"Ooh begitu," jawab bapak J. 

"Karena beliau tadi meminta menyampaikannya, ke Bapak. Semisal memang tidak dapat dipindahkan nantinya, ya sudah, Pak. Saya hanya menyampaikan saja."

Kembali bapak J menyarankan ke DKPS. Kembali juga saya ulang perkataan saya, sampai akhirnya bapak J mengiyakan lalu bertanya siapa nama saya. Selesai sampaikan pesan ke J, saya kembali duduk ke tempat saya duduk semula. Tak lama, beliau yang menyarankan tak perlu saya yang memindahkan, berucap. "Tenan, toh. Mengko kowe kena masalah, yen rah nurut pesenku—benar 'kan, nanti kamu kena masalah, kalau tidak nurut pesanku."

Kembali saya berkata. "Mohon maaf kalau misal tak sesuai harapan dan ingin, nantinya." Beliau tersenyum. 

Tak berselang lama, salah satu beliau berucap sendiri di tempat beliau. "Tempat sembahyangan bukan diletakkan barang semacam itu. Boleh, kalau memang sedang membersihkan di area sini."

Berpura-pura saya tidak melihat, tidak mendengar. Melainkan saya langsung berkemas untuk kemudian lanjut ke tempat selanjutnya.


- Selesai -

- Drew Andre A. Martin -



Komentar

Postingan populer dari blog ini

AB-00010. Semesta Ingatan Trauma dan Imaji Kebebasan

Semesta Ingatan Trauma dan Imaji Kebebasan Buku Antologi Puisi yang diselenggarakan oleh Sastra Timur Jawa dalam Temu Karya Serumpun 2025. Diikuti oleh 6 Negara Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Sertifikat Keikutsertaan Sinopsis dan Link Pemesanan Buku (Klik di Sini)

00003. Situs Joko Dolog

Situs Joko Dolog, terletak di Surabaya Jawa Timur. Di situs ini terdapat beberapa arca dan arca utama, yakni arca sebagai perwujudan dari raja terakhir kerajaan Singhasari, sebagai Budha Mahaksobhya. Nama raja tersebut, Kertanegara yang bergelar Abhiseka Sri Maharajadiraja Kertanegara Wikrama Dharmmottunhgadewa. Ayah dari Gayatri, mertua dari Rasen Widjaya, pendiri kerajaan Majapahit. Serta memiliki cucu yang terkenal di masa kejayaan Majapahit yang bernama, Tribhuwana Wijayatunggadewi. Juga cicit yang membawa kerajaan Majapahit menjadi negeri besar dan digdaya, Prabu Hayam Wuruk.  Ada beberapa persepsi mengenai penemuan arca ini. Pertama, informasi yang ada, arca tersebut ditemukan di Trowulan dari Desa Kandang Gajah. Kedua, mengatakan bahwa arca tersebut adalah arca dari Candi Jawi yang hilang dengan ditemukan sisa ukiran relief yang juga terdapat di sekitaran situs Joko Dolog. Pada alas arca, terdapat prasasti dengan tulisan dan bahasa Sansekerta yang dinamakan sebag...

00001. Candi Singasari dan Candi Sumberawan

Memang bukan kali pertamanya ke Singasari, Malang, Jawa Timur. Mungkin kali ketiganya, di tanggal 11 Januari 2024, merupakan kali keempatnya. Namun, sebelumnya pernah berkunjung ke Arca Dwarapala Kembar, Pemandian Ken Dedes (Petirtaan Watu Gede), dan Candi Sumberawan, tetapi tak sempat berkunjung ke Candi Singasari sebab terhalang oleh waktu setiap kali berkunjung ke Singasari Malang.  Hingga pada akhirnya, penantian yang sangat lama untuk berkunjung ke Candi Singasari terlaksana pada tanggal 11 Januari 2024. Tidak hanya bahagia saja yang ada, melainkan juga rasa yang berkecamuk yang tak keruan karena pada akhirnya akan dan segera menginjakkan kaki dan melihat Candi Singasari. Tepat di tanggal 11 Januari 2024, saya pun langsung ke stasiun pemberangkatan menuju ke stasiun tujuan. Pada jam 07.00 WIB sampailah di tujuan Stasiun Singasari. Karena jam buka candi di Google jam 08.00 WIB, saya pun menunggu di dalam stasiun sembari mencharge handphone. Jam kemudian menujukkan pukul 08.00 W...