Langsung ke konten utama

AB-00004. Storge

QRCBN: 62-306-8566-04
Tahun: 2023
Penerbit: J-Maestro

Kata Pengantar

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera.

Kami dengan bangga mempersembahkan buku "Storge", yang ditulis oleh NCB Member dan diterbitkan oleh Penerbit       J-Maestro dalam sebuah even Nulis Cerpen Bareng. Buku ini menggambarkan kisah-kisah cinta yang tidak selalu bahagia, namun selalu penuh makna. Ada kisah tentang kehilangan, kekecewaan, dan patah hati. Namun ada juga kisah tentang harapan, kebahagiaan, dan pertumbuhan diri.

Dalam bahasa Yunani, "Storge" merujuk pada jenis cinta yang tumbuh di antara keluarga. Cinta semacam ini dikenal sebagai cinta yang paling alami dan abadi, karena terjalin dari kebersamaan dan keintiman yang tumbuh dari waktu ke waktu.
Dalam buku ini, NCB Member berhasil menggambarkan dengan indah dan tajam bagaimana cinta dapat bertahan melalui berbagai tantangan dan rintangan yang mungkin muncul dalam kehidupan. Buku ini bukan hanya menyentuh hati pembaca, tetapi juga memberikan pengajaran dan inspirasi yang akan mengubah cara kita melihat hubungan cinta dan keluarga.
Semoga buku "Storge" akan menjadi sebuah karya yang berharga bagi setiap orang yang ingin memperkuat hubungan asmara maupun keluarga dan menghargai cinta yang abadi di dalamnya. Terima kasih kepada sesama NCB Member yang telah membagikan kisah ini kepada kita semua dan terutama untuk semua pembaca.

Selamat membaca!

Salam hangat,
NCB Member

Sinopsis:

Storge adalah kumpulan cerita pendek yang menggali tentang hubungan dan cinta di antara manusia. Dalam bahasa Yunani, storge merujuk pada jenis cinta yang berbasis pada rasa kasih sayang, kehangatan, dan kebersamaan.

Buku ini menggambarkan kisah-kisah cinta yang tidak selalu bahagia, namun selalu penuh makna. Ada kisah tentang kehilangan, kekecewaan, dan patah hati. Namun ada juga kisah tentang harapan, kebahagiaan, dan pertumbuhan diri.

Penulis:
Eva R, Nina Astria, Aceng Kurnia Sudrajat, Umi Faiz, Aminah Yuliyanti, Komkom, Cyntiya Masturoh, Putri Gracella Aulia, Herna, Erni Wulansari, Drew Andre A. Martin, Binjar Tsani, Fikram Guraci, Rianti, Kecebong daratt, Rasmiati Idris, Syamel_, Rama Doni, Rido, Burhanuddin Jamal, Nurlaela, Mila Muliati, Abdoel, Sriwaty Manihuruk, Muhammad Misbakhudin, Khuswatun, Diome, Anisah Ahmad


Nb:

Nulis Bareng dengan penulis-penulis lainya.


Link Order : Klik di Sini


Postingan populer dari blog ini

AB-00010. Semesta Ingatan Trauma dan Imaji Kebebasan

Semesta Ingatan Trauma dan Imaji Kebebasan Buku Antologi Puisi yang diselenggarakan oleh Sastra Timur Jawa dalam Temu Karya Serumpun 2025. Diikuti oleh 6 Negara Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Sertifikat Keikutsertaan Sinopsis dan Link Pemesanan Buku (Klik di Sini)

00003. Situs Joko Dolog

Situs Joko Dolog, terletak di Surabaya Jawa Timur. Di situs ini terdapat beberapa arca dan arca utama, yakni arca sebagai perwujudan dari raja terakhir kerajaan Singhasari, sebagai Budha Mahaksobhya. Nama raja tersebut, Kertanegara yang bergelar Abhiseka Sri Maharajadiraja Kertanegara Wikrama Dharmmottunhgadewa. Ayah dari Gayatri, mertua dari Rasen Widjaya, pendiri kerajaan Majapahit. Serta memiliki cucu yang terkenal di masa kejayaan Majapahit yang bernama, Tribhuwana Wijayatunggadewi. Juga cicit yang membawa kerajaan Majapahit menjadi negeri besar dan digdaya, Prabu Hayam Wuruk.  Ada beberapa persepsi mengenai penemuan arca ini. Pertama, informasi yang ada, arca tersebut ditemukan di Trowulan dari Desa Kandang Gajah. Kedua, mengatakan bahwa arca tersebut adalah arca dari Candi Jawi yang hilang dengan ditemukan sisa ukiran relief yang juga terdapat di sekitaran situs Joko Dolog. Pada alas arca, terdapat prasasti dengan tulisan dan bahasa Sansekerta yang dinamakan sebag...

00001. Candi Singasari dan Candi Sumberawan

Memang bukan kali pertamanya ke Singasari, Malang, Jawa Timur. Mungkin kali ketiganya, di tanggal 11 Januari 2024, merupakan kali keempatnya. Namun, sebelumnya pernah berkunjung ke Arca Dwarapala Kembar, Pemandian Ken Dedes (Petirtaan Watu Gede), dan Candi Sumberawan, tetapi tak sempat berkunjung ke Candi Singasari sebab terhalang oleh waktu setiap kali berkunjung ke Singasari Malang.  Hingga pada akhirnya, penantian yang sangat lama untuk berkunjung ke Candi Singasari terlaksana pada tanggal 11 Januari 2024. Tidak hanya bahagia saja yang ada, melainkan juga rasa yang berkecamuk yang tak keruan karena pada akhirnya akan dan segera menginjakkan kaki dan melihat Candi Singasari. Tepat di tanggal 11 Januari 2024, saya pun langsung ke stasiun pemberangkatan menuju ke stasiun tujuan. Pada jam 07.00 WIB sampailah di tujuan Stasiun Singasari. Karena jam buka candi di Google jam 08.00 WIB, saya pun menunggu di dalam stasiun sembari mencharge handphone. Jam kemudian menujukkan pukul 08.00 W...