Langsung ke konten utama

Bukanlah Suatu Perkara

Lucunya. Kau tahu itu, tetapi kau seakan tak mau tahu. Kau sumpal telingamu dengan nilai rupiah yang kau reguk darinya. Kau tutup bibir jantung hatimu dengan kegelimangan indahnya pantai, gunung, laut, hutan yang kau dapat darinya yang sudah jelas kau tahu bahwa masalah dari segala masalah adalah dia. Tetapi, bukanlah suatu perkara. Sebab tanpanya, kau kosong, hina dina, tak dapat menikmati semua yang kau ingin, kan? Apalagi mungkin, kau masih butuh kegelimangan, butuh segala-galanya bebas biaya atau mungkin pangkas biaya untuk penghematan.

Bukankah lebih baik kau memilih bersama, ketimbang hanya memilihnya? Tak perlu kau berucap bahwasannya lebih baik dengannya, ketimbang bersama lainnya yang tak jelas. Akan tetapi, tak ingatkah kau tentang apa-apa yang ada di dua pundakmu? Tak merasakah, atas apa-apa yang kalian perbuat? Mereka semua memiliki mata yang digunakan untuk melihat dan telinga untuk mendengar pun memilah. Mereka bukan lagi bocah yang kau anggap bocah. Mereka bukan lagi tentang sebelah mata olehmu, melainkan dua mata karenamu.

- Drew Andre A. Martin -






Komentar

Postingan populer dari blog ini

00003. Situs Joko Dolog

Situs Joko Dolog, terletak di Surabaya Jawa Timur. Di situs ini terdapat beberapa arca dan arca utama, yakni arca sebagai perwujudan dari raja terakhir kerajaan Singhasari, sebagai Budha Mahaksobhya. Nama raja tersebut, Kertanegara yang bergelar Abhiseka Sri Maharajadiraja Kertanegara Wikrama Dharmmottunhgadewa. Ayah dari Gayatri, mertua dari Rasen Widjaya, pendiri kerajaan Majapahit. Serta memiliki cucu yang terkenal di masa kejayaan Majapahit yang bernama, Tribhuwana Wijayatunggadewi. Juga cicit yang membawa kerajaan Majapahit menjadi negeri besar dan digdaya, Prabu Hayam Wuruk.  Ada beberapa persepsi mengenai penemuan arca ini. Pertama, informasi yang ada, arca tersebut ditemukan di Trowulan dari Desa Kandang Gajah. Kedua, mengatakan bahwa arca tersebut adalah arca dari Candi Jawi yang hilang dengan ditemukan sisa ukiran relief yang juga terdapat di sekitaran situs Joko Dolog. Pada alas arca, terdapat prasasti dengan tulisan dan bahasa Sansekerta yang dinamakan sebag...

00001. Candi Singasari dan Candi Sumberawan

Memang bukan kali pertamanya ke Singasari, Malang, Jawa Timur. Mungkin kali ketiganya, di tanggal 11 Januari 2024, merupakan kali keempatnya. Namun, sebelumnya pernah berkunjung ke Arca Dwarapala Kembar, Pemandian Ken Dedes (Petirtaan Watu Gede), dan Candi Sumberawan, tetapi tak sempat berkunjung ke Candi Singasari sebab terhalang oleh waktu setiap kali berkunjung ke Singasari Malang.  Hingga pada akhirnya, penantian yang sangat lama untuk berkunjung ke Candi Singasari terlaksana pada tanggal 11 Januari 2024. Tidak hanya bahagia saja yang ada, melainkan juga rasa yang berkecamuk yang tak keruan karena pada akhirnya akan dan segera menginjakkan kaki dan melihat Candi Singasari. Tepat di tanggal 11 Januari 2024, saya pun langsung ke stasiun pemberangkatan menuju ke stasiun tujuan. Pada jam 07.00 WIB sampailah di tujuan Stasiun Singasari. Karena jam buka candi di Google jam 08.00 WIB, saya pun menunggu di dalam stasiun sembari mencharge handphone. Jam kemudian menujukkan pukul 08.00 W...

00012. Alun-Alun Jember

Setelahnya selesai menuntaskan menikmati Water Toren Djember, tanpa mampir ke warung kopi terdekat, lanjutlah saya ke perjalan berikutnya ke Titik Nol Jember dan Alun-Alun Jember. Karena ingin lekas kembali ke Stasiun Jember melihat awan makin gelap dan aroma tanah basah sebelum hujan turun dan bahasa angin yang berlarian lembut nan santun juga aduhai, menandakan hujan sebentar lagi turun. Perjalanan masih sama, menggunakan moda transport motor, ojek online. Tentulah sendiri ke alun-alun. Jalan sendirian, ternyata juga mengasyikkan. Bisa bebas ke mana-mana semau diri, tanpa sungkan kawan apalagi lelah melihat wajah kawan yang simpan banyak berjuta makna, karena diri yang kadang asik sendiri di suatu tempat yang dikunjungi dan segala hal yang sudah direncanakan sejak awal, sejak sebelum berada di lokasi yang dituju. Menarik juga nyatanya, Alun-Alun Jember. Terdapat empat tugu (maaf kalau penyebutan saya keliru), didesain dengan desain yang berbeda-beda. Mulanya s...