tak akan ada lagi kata-kata seperti di lima menit bahkan di masa-masa lampau. semuanya tak lagi riuh seperti dulu. biarkan kata-kata itu menguap, menyublim, yang lalu memberikan keteduhan hati pada waktu yang tak pasti—tak siapapun mengerti. tak akan ada lagi kata-kata seperti di lima menit bahkan di masa-masa lampau. mula yang teramat peduli, kini diam-diam memilih mati, sudah lelah tersakiti, sudah kenyang makan hati, sudah tak mau ambil risiko buat hati ulang-berulang tak dihargai.
Situs Joko Dolog, terletak di Surabaya Jawa Timur. Di situs ini terdapat beberapa arca dan arca utama, yakni arca sebagai perwujudan dari raja terakhir kerajaan Singhasari, sebagai Budha Mahaksobhya. Nama raja tersebut, Kertanegara yang bergelar Abhiseka Sri Maharajadiraja Kertanegara Wikrama Dharmmottunhgadewa. Ayah dari Gayatri, mertua dari Rasen Widjaya, pendiri kerajaan Majapahit. Serta memiliki cucu yang terkenal di masa kejayaan Majapahit yang bernama, Tribhuwana Wijayatunggadewi. Juga cicit yang membawa kerajaan Majapahit menjadi negeri besar dan digdaya, Prabu Hayam Wuruk. Ada beberapa persepsi mengenai penemuan arca ini. Pertama, informasi yang ada, arca tersebut ditemukan di Trowulan dari Desa Kandang Gajah. Kedua, mengatakan bahwa arca tersebut adalah arca dari Candi Jawi yang hilang dengan ditemukan sisa ukiran relief yang juga terdapat di sekitaran situs Joko Dolog. Pada alas arca, terdapat prasasti dengan tulisan dan bahasa Sansekerta yang dinamakan sebag...
Komentar
Posting Komentar